Header Ads

PELANGGARAN LALU LINTAS DIJEMBER MASIH RELATIF TINGGI


SRJ NEWS - Operasi Patuh Semeru 2018 yang digelar Satlantas  Jember sejak 26 April sampai 9 Mei berakhir sudah, sebanyak 4.635 surat tilang dikenakan pada pelanggar lalulintas dijember 


Operasi yang bertujuan meminimalisir dan menekan angka kecelakaan dan pelanggaran itu menarget beberapa sasaran diantaranya pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara, tidak memakai helm ber-SNI, berkendara melawan arus, pengendara dibawah umur.  



Kasatlantas, AKP Prianggo Parlindungan Malau, menyebut kan (12/5/18) . Tidak hanya pada pelanggaran, dari beberapa kejadian juga mengalami peningkatan. Dari pelanggar yang tidak memiliki SIM, dan diantaranya adalah pelanggaran anak dibawah umur. 



"Ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sangat rendah," tuturnya. 



Sementar itu Dari data Satlantas Polres Jember, persentase angka kejadian lalu lintas juga meningkat tajam. Jika pada tahun 2017 tercatat ada sekitar 24 kejadian, tahun ini bertambah menjadi 43 kejadian atau meningkat 79,1%. 


Dan untuk korban meninggal dunia, pada Operasi Patuh tahun lalu tercatat ada 3 korban jiwa, pada tahun 2018 tercatat ada 7 korban meninggal dunia, atau naik 133%. Tren peningkatan ini, kata Kasatlantas, sangat memprihatinkan.  


"Karena dari banyaknya kejadian, 50% lebih disebabkan pengendara yang belum memiliki SIM. Sebagian besar anak dibawah umur," ucapnya. 



Prianggo menambahkan, dari mapping Satlantas terdapat 3 titik paling rawan kecelakaan yaitu di Kecamatan Pakusari, Tanggul, dan Bangsalsari. "Pada titik tersebut nantinya kepolisian akan memasang replika kendaraan polisi dan petugas dengan harapan warga akan lebih berhati-hati saat melintas," imbuhnya


Tak hanya cukup disitu kedepanya satlantas jember akan menggandeng relawan dan warga masyarakat guna melakukan penanganan darurat terhadap korban kecelakaan agar supaya, korban meninggal dapat diminimlisir "pungkasnya


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.